10 Tahun Pasoepati Butuh Refleksi
Sebagai salah satu suporter terbesar di Indonesia, Pasoepati selalu menjadi sorotan dari suporter lain. Baik aksi simpatik maupun aksi anarki, akan mendapatkan kritikan dari pihak lain.
” Bingung kemana saya harus menyampaikan uneg-uneng saya, ide ini seolah terbuang percuma karena saya tidak kenal Pres/Wapres Pasoepati. Bahkan ketua korwil pun tidak kenal”
Barangkali itulah ungkapan hati pasoepati saat ini yang merasakan kegetiran karena tidak solidnya pasoepati dan belum adanya kejelasan tentang Persis Solo.
Di usia yang sudah 10 tahun, ternyata pasoepati mengalami kemunduran yang jauh di bandingkan beberapa tahun lalu.
Fakta paling jelas saat ini adalah TIDAK ADANYA DPP PASOEPATI yang sampai saat ini belum terbentuk, sehingga aspirasi dari pasoepati tidak bisa tersalurkan ke pihak yang bersangkutan.
” Saya mencintai pasoepati dan persis solo sampai saya mati nanti ” ungkap seorang pasoepati yang jengah dengan keadaan saat ini.
Siapa yang harus bertanggung jawab dengan kondisi ini? saya rasa tidak baik jika saling menyalahkan atau menghakimi seseorang karena kita adalah keluarga besar pasoepati.
Lalu siapakah yang harus memulai agar aspirasi pasoepati bisa di dengar oleh petinggi pasoepati? Jika kita mencintai Persis Solo, maka kita yang harus bertanggung jawab agar pasoepati tetap solid mendukung Persis Solo seutuhnya.















“Bermain bola itu seperti perang dan saya hanya menjadi prajurit yang menunggu perintah dari komandan perangnya. Jika ingin memenangi peperangan, maka menangkanlah dulu medan pertempuran. Dan dalam pertempuran itu dibutuhkan pengorbanan. Itu prinsip sepak bola saya.”
Rusdiansyah, Pemain Belakang Persis Solo.




Demo tanpa anarkis adalah solusi nya,,
MEMBINGUNGKAN.
LET IT FLOW AE NEG NUW.
Penting woyow2
mungkinkah kita hanya bisa koar2 saja tanpa pembuktiannya… hemn2
ak seng anggota majelis wae bingung….mas2 sedoyo
sepuluh besar….lumayan…lg ki….
10 besar
Tidakah kita malu pada Pangeran Samber Nyowo yang sudah mengusir belanda atau pada Wiji Thukul yang lantang menentang kekuasaan.
Jangan sampai kita tenggelam dalam belenggu hanya karena satu orang.
menyimak
bawa kegedung DPRD KOTA SOLO
biar jelaaaassssssssss……..
PRES/WAPRES ora penting. . .
5 besar
3kg
1
bawa kmn??