Persis Riwayatmu Kini

Pengurus Persis Solo berjanji tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Solo untuk membiayai kompetisi Persis Solo sebagai klub profesional, selama tetap bertahan di Divisi Utama. Namun, jika Persis terdegradasi ke Divisi I, Persis berhak mendapatkan dana dari APBD karena tidak termasuk klub profesional.

Sebelumnya, akhir Maret lalu, Ketua Umum Persis Solo FX Hadi Rudyatmo juga menjanjikan Persis Solo akan mandiri dan tidak membebani APBD Kota Solo.

Pertanyaannya, mampukah klub sepak bola di daerah bertahan tanpa dana APBD? Kenyataannya, mereka selama ini menggantungkan pendanaan operasional klub, dapat dikatakan 100 persen dari APBD karena sumber dana lainnya, seperti uang, tidak sangat sedikit.

Persis berjanji tidak akan menggunakan APBD jika tetap dapat menjadi klub profesional. Kenyataannya, meski selama ini menjadi klub profesional, baru pada musim kompetisi 2009/2010 Persis tidak mendapatkan APBD. Pada musim sebelumnya, tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini masih menerima kucuran Rp 4,8 miliar dengan prestasi terhindar degradasi ke Divisi I.

Sekretaris Persis Solo Ruhban Ruzziyatno mengatakan, pihaknya optimistis masih bertahan di Divisi Utama jika Badan Liga Indonesia benar-benar menerapkan ketentuan profesionalisme sebuah klub menurut Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), antara lain telah berbadan hukum, tidak menggunakan APBD, dan mengelola stadion sepak bola.

Mungkin klub-klub sepak bola perlu mencontoh apa yang dilakukan Persis selama musim kompetisi 2009/2010. Ketika tidak lagi mengandalkan APBD, Persis Solo mengandalkan penjualan tiket pertandingan yang menyumbang pendapatan kotor Rp 1,5 miliar yang digunakan untuk operasional tim.

Selain itu, ada sejumlah sponsor yang berhasil digaet dengan nilai Rp 300 juta. Ini, kata Ruhban, masih ditambah dengan sumbangan tiga pemain asing dan pelatih pada paruh kedua kompetisi dari seorang pengusaha.

Rubhan boleh saja mengatakan demikian, tapi seperti yang kita ketahui sekarang, hasil penjualan tiket serta uang sumbangan dari sponsor entah kemana? hal ini dapat kita lihat dengan masih terlambatnya pembayaran gaji para mantan pemain persis.

Meski tempo hari ada pembayaran gaji, namun hal itu tidak berlaku bagi semua pemain melainkan hanya untuk 13 pemain yang masih bertahan di mess persis. Sisanya “katanya” akan dilunasi bulan juli.

Pasoepati tidak usah berharap banyak kepada Persis Solo pada musim kompetisi mendatang bila sistem pengelolaan klub yang berdiri sejak tahun 1923 tersebut masih tetap seperti ini. Jangan salahkan Persis, salahkan diri kita yang hanya mampu berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Salam Edan Tapi Mapan.

Ayo Sebarkan Berita Ini!

Berbagi adalah hal yang indah. Ayo sebarin berita ini ke teman-teman kamu, bisa lewat Twitter, Facebook, atau langsung kasih tau juga boleh :)

170 Respon

Beri Komentar
Halaman 1 dari 1212345...12
  1. 4th Jun 2010 @ 09:39

    Otak ku di sedot Nuel………. sad

    Balas!
  2. 4th Jun 2010 @ 09:38

    WAKIL RAKYAT SEHARUSNYA MERAKYAT . . .

    SEPAKBOLA DAERAH ITU ADALAH HIBURAN RAKYAT, BUKAN UNTUK “SARANA” MENGGEMUKKAN DIRI SENDIRI DAN KRONI-KRONI . .

    KLUB SEPAKBOLA DAERAH ADALAH ASET DAERAH, JIKA PEMERINTAH DAERAH SAJA TIDAK BISA MENGELOLA ASET DAERAHNYA SENDIRI, APA KATA DUNIA . . ??

    JIKA MEMANG HARUS MENJADI KLUB PROFESIONAL, NAMA PERSIS SOLO TAK MASALAH JIKA HARUS SEDIKIT MENGALAMI PERUBAHAN . . ASAL TAK MENGURANGI MAKNA SEJARAH DAN KEBANGGAAN BOND ASLI SOLO . .

    INGAT!! PERUBAHAN MENJADI LEBIH BAIK ITU KADANG MENYAKITKAN, TAPI LEBIH SAKIT LAGI JIKA KITA TIDAK BISA BERUBAH SAMA SEKALI . .

    JIWA PASOEPATI TAKKAN PADAM . . !!

    - SALAM PASOEPATI -

    Balas!
  3. blegor
    4th Jun 2010 @ 09:32

    NAH INI ARTIKEL BERMUTU , SOLO PUNYA POTENSI YANG SANGAT BESAR DALAM ATMOSFER PERSEPAK BOLAAN, DARI SISI SUPORTER, SPONSOR, APABILA DIKELOLA OLEH ORANG2 YANG JUJUR, ETIKAT BAIK ,TANPA TENDENSI APAPUN SECARA BENAR, JUJUR, KREDIBEL, TRANPARAN, AKUNTABEL DAN PROFESIONAL, SEBENARNYA CUKUP UNTUK MEMBIAYAI PERSIS DALAM SATU MUSIM KOMPETISI, KITA MAKSIMALKAN PELUANG TERSEBUT, JANGAN MALAH DISIA2KAN DAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN PRIBADI, KALO MEMANG KITA TIDAK MAMPU MENGELOLA DENGAN MANAGEMEN YANG BENAR MARI KITA BELAJAR DAN MENCONTOH TIM2 LAIN , MISAL AREMA YANG SANGAT PROFESIONAL DALAM MENGELOLA TIM YANG SETIAP PERTANDINGAN KANDANG PARA SUPORTERNYA MEMENUHI SETIAP JENGKAL KURSI STADION YANG PADA AKHIRNYA MENDAPATKAN PEMASUKAN UNTUK MEMBIAYAI TIMNYA, SAYA YAKIN SOLO BISA SEPERTI MEREKA, KALO PERSIS MASIH DI PEGANG DAN DIKUASAI OLEH ORANG2 LAMA PERCUMA SAJA, BERARTI MEMENG ADA UNSUR KESENGAJAAN UNTUK MEMBUNUH PERSIS SECARA PELAN2 DAN BAHKAN MENGHILANGKAN DARI MUKA BUMI SOLO….! WASPADA, INGAT JANGAN SEKALI-KALI SEPAK BOLA DIGIRING KE RANAH POLITIK!!! MAKA AKAN HANCUR BINASA, KARENA BANYAK KEPENTINGAN PRIBADI YANG NGGAK JELAS.
    PERSIS ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!!!!

    Balas!
  4. 4th Jun 2010 @ 09:26

    INI BARU ADMIN!!!!!!!!!!!!!!!!

    JOSSSSSSSSSS

    Balas!
  5. 4th Jun 2010 @ 09:23

    mending cari orang aja yg mau membeli PERSIS…
    drpd di kelola orang2 tdk berprofesional………….

    Balas!
  6. 4th Jun 2010 @ 09:21

    bakar bakar bakar………..

    Balas!
  7. 4th Jun 2010 @ 09:18

    Lolos 8 besar.

    Balas!
  8. becks
    4th Jun 2010 @ 09:17

    wes ra isoh opo2 kiy sam… meh ngopo2 manajemen’e yo budhek etok2 ra krungu…

    Balas!
  9. 4th Jun 2010 @ 09:17

    Sedari dulu jadi perhatian ingsani

    Balas!
  10. 4th Jun 2010 @ 09:14

    numero limo….
    bergerak..bergerak…bergerakkk!!!
    jgn hanya diam saja,,apa kita hanya diam bisa liat kawan2 kita yg bermain nyewa stadion kebanggan kita..????
    apakah selamanya kita hanya bersorak2 tanpa tim kebanggaan kita???
    jgn hanya semboyan saja”loyalitas tanpa batas”…tp buktikanlah!!!
    PASOEPATI yakin BISA!!!!!

    Balas!
  11. Aremania solo
    4th Jun 2010 @ 09:14

    10 besar

    Balas!
  12. 4th Jun 2010 @ 09:06

    -MEMBACA-

    Balas!
  13. hola holo
    4th Jun 2010 @ 09:06

    ganti manajemen’e ae..
    nah,perlu didemo besar2′n..
    pasoepati ampe xiamat….

    Balas!
  14. hola holo
    4th Jun 2010 @ 09:04

    manajemen’e disantet ae…xaxaxa

    Balas!
  15. hola holo
    4th Jun 2010 @ 09:01

    hadeh…

    Balas!
Halaman 1 dari 1212345...12

Tinggalkan Balasan

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Form yang harus diisi ditantai dengan *

*

  • Quotes of the Week
    “Bermain bola itu seperti perang dan saya hanya menjadi prajurit yang menunggu perintah dari komandan perangnya. Jika ingin memenangi peperangan, maka menangkanlah dulu medan pertempuran. Dan dalam pertempuran itu dibutuhkan pengorbanan. Itu prinsip sepak bola saya.”

    Rusdiansyah, Pemain Belakang Persis Solo.
  • Grup Google
    Gabung Milis PasoepatiNet
    Email:
    Kunjungi Milis PasoepatiNet
  • Match Result ( 4 Februari 2012 )

    Persis Solo vs PSIR Rembang
    2 Javier Rocha, Ilham Hasan
    2 Lubis Syukur, Effendi
  • Klasemen Grup 2 Divisi Utama 2011/2012

    Ptd Pts
    1PSCS CIlacap613
    2Persipasi Bekasi612
    3PSIS Semarang610
    4Persepar Palangkaraya610
    5Persis Solo58
    Baca Selengkapnya