Suporter Kalau Mau Eksis, Jangan Lebay Pliiss..!!

Judul diatas mungkin terlalu naif bila dianggap sebagai judgement belaka. Tapi lihatlah belakangan ini, berita di Media Cetak dan Elektronik kini malah dipenuhi dengan aksi “suporter” yang reaktif bahkan cenderung anarkis.

Bukannya konsentrasi mendukung tim kesayangannya, tapi kini malah terkesan ingin menunjukkan eksistensi keberadaan kelompoknya dan terlalu reaktif dalam menjaga identitas kelompoknya. Lagu-lagu, spanduk dan bahkan kaos-kaos kini dipergunakan untuk ajang menghujat kelompok suporter lain dan hal tersebut jauh dari tujuan awal yaitu mendukung dan memompa semangat klub yang didukungnya.

Sebenarnya kalau kita mau menoleh sejenak ke belakang, kita boleh introspeksi apakah keadaan sekarang ini sangat diidamkan oleh para suporter? Tenangkah kita kalau akan mendukung selalu dibayangi kemungkinan cekal atau penghadangan dari kelompok suporter lain? Apakah kita datang ke stadion tujuannya untuk memompa semangat klub kesayangan kita atau hanya sekedar melampiaskan emosi dengan menghujat kelompok suporter lain? Atau nyamankah kita kalau energy kita hanya dihabiskan untuk mengurusi dendam dan emosi membara ke suporter lain??

Kalau perlu kita sejenak dapat membuka kembali, cerita dan berita tentang tonggak sejarah suporter yang kreatif dan sportif yang pada saat awal tahun 2000’an. Pada tahun tersebut energy positif suporter bergaung kencang dengan diawali dengan aksi suporter Aremania yang sanggup mengundang decak kagum para pemirsa dengan lagu dan aksi-aksi gerakan ala suporter latin, kemudian ditularkan kepada Jakmania, Pasoepati, Slemania dll.

Tahun tersebut terkenal dengan era persahabatan antar suporter, masing-masing kelompok suporter dapat dengan tangan terbuka dan menyediakan kuota bagi kelompok suporter lain. Sebenarnya kalau mau jujur, kelompok atau fans club itu dibentuk untuk mendukung dan memompa semangat pemain yang berlaga di lapangan atau bahkan ada julukan bahwa suporter itu adalah pemain ke-12. Selain hal tersebut, suporter juga sangat diharapkan kehadirannya di stadion untuk membantu keuangan klub dengan cara membeli tiket masuk, membeli merchandise klub atau bahkan sukarela mengumpulkan dana untuk keuangan klub yang sedang kurang baik.

Satu hal yang juga sangat penting yaitu, bahwa suporter datang ke stadion wajib siap mental untuk tetap semangat fair play mendukung klub kesayangannya dalam keadaan apapun baik itu menang, imbang maupun kalah. Para koordinator suporter diharapkan juga sedini mungkin menghindarkan lagu-lagu provokatif yang cenderung SARA atau bahkan bernada umpatan kasar. Eksistensi suporter bukan dilihat dari banyaknya atau kenekatannya dalam mendukung klub kesayangan, tapi wajib menjaga agar eksistensi jangan berlebihan kearah yang negatif bagi klub sehingga berujung hukuman baik denda maupun larangan menonton.

Suporter wajib berperan nyata dalam kemajuan klub dan merupakan bagian yang positif bagi perkembangan klub yang didukungnya. Tanamkan paradigma bahwa suporter yang mendukung dengan tujuan positif pasti hasilnya positif, dan jauhi kesan menang dengan cara menghalalkan segala cara, karena hal tersebut pasti akan memantik tindakan balasan yang serupa dari pihak lain dan dapat menimbulkan korban-korban tidak bersalah yang tidak tahu akan kasus sebenarnya.

Saya yakin kalau kita semua tidak ingin, Sepakbola Nasional ini menjadi salah satu pemicu retaknya hubungan harmonis antar daerah akibat fanatisme berlebihan suporter, dan atas dasar tersebut kalau boleh meminjam slogan iklan yang akrab di layar televisi, mungkin ini pas juga kalau kita teriakkan kearah suporter kita.. ”Ayo arahkan energy positif kita hanya untuk klub dan jangan sampai kita para suporter dicap dengan slogan iklan.. kalau mau eksis jangan lebay pliss…!!”

Panji Kartiko

(Penasihat Suporter Pasoepati Jabodetabek dan Joglosemar)

Ayo Sebarkan Berita Ini!

Berbagi adalah hal yang indah. Ayo sebarin berita ini ke teman-teman kamu, bisa lewat Twitter, Facebook, atau langsung kasih tau juga boleh :)

86 Respon

Beri Komentar
Halaman 1 dari 6123456
  1. persis sekarat
    2nd Jun 2010 @ 14:26

    BAYAR GAJINYA..
    BAYAR GAJINYA..
    BAYAR GAJINYA SEKARANG JUGA..
    SEKARANG JUGA..SEKARANG JUGA..

    Balas!
  2. persis sekarat
    2nd Jun 2010 @ 14:24

    ORA BUTUH TONTONAN SAK LIYANE PERSIS!
    FINAL DIVISI UTAMA,PIALA INDONESIA, ASSS..PREKK! RA BUTUH!

    Balas!
  3. persis sekarat
    2nd Jun 2010 @ 14:24

    sad

    Balas!
  4. 2nd Jun 2010 @ 14:22

    -MENYIMAK & MEMBACA-

    yen coment ndak d’dukani Ian Mleto

    Balas!
  5. sikile_persis
    2nd Jun 2010 @ 14:16

    gajiku piyeee????

    Balas!
  6. 2nd Jun 2010 @ 14:16

    N0 piro kie?wez pkoe ayo gruduk nang manahan,… Dan teriakan gaji..gaji..gaji..gaji biar pd dengar semua.po meneh mlebu Rcti,..weh..weh,.weh.

    Balas!
  7. 2nd Jun 2010 @ 14:15

    Mantep jangan lebay.

    Balas!
  8. ajuz
    2nd Jun 2010 @ 14:14

    woyo,, woyo,,

    Balas!
  9. 2nd Jun 2010 @ 14:11

    jempol aja dech…

    Balas!
  10. 2nd Jun 2010 @ 14:10

    bar mampir nang jakmania.net webe pancen gaul gayeng mullllllll

    Balas!
  11. 2nd Jun 2010 @ 14:08

    ahaaaaaaa kelimax

    Balas!
  12. ianlina
    2nd Jun 2010 @ 14:03

    WEZZZZ KOOONOHHH..

    Balas!
  13. 2nd Jun 2010 @ 14:02

    hahaha,,seneng tnaannn stelah skian taun akhirnya dapat memberi komen pertama untuk yang pertamakalinya

    Balas!
  14. ianlina
    2nd Jun 2010 @ 14:01

    MAMPIR DAN MENYIMAK..!!!!

    Balas!
  15. 2nd Jun 2010 @ 14:01

    no 1 coooookkkkkkkkkkk

    Balas!
Halaman 1 dari 6123456

Tinggalkan Balasan

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Form yang harus diisi ditantai dengan *

*

  • Quotes of the Week
    “Bermain bola itu seperti perang dan saya hanya menjadi prajurit yang menunggu perintah dari komandan perangnya. Jika ingin memenangi peperangan, maka menangkanlah dulu medan pertempuran. Dan dalam pertempuran itu dibutuhkan pengorbanan. Itu prinsip sepak bola saya.”

    Rusdiansyah, Pemain Belakang Persis Solo.
  • Grup Google
    Gabung Milis PasoepatiNet
    Email:
    Kunjungi Milis PasoepatiNet
  • Match Result ( 4 Februari 2012 )

    Persis Solo vs PSIR Rembang
    2 Javier Rocha, Ilham Hasan
    2 Lubis Syukur, Effendi
  • Klasemen Grup 2 Divisi Utama 2011/2012

    Ptd Pts
    1PSCS CIlacap613
    2Persipasi Bekasi612
    3PSIS Semarang610
    4Persepar Palangkaraya610
    5Persis Solo58
    Baca Selengkapnya