Manahan Terus Bersiap Jelang Final LDU
Sekitar 100 personel disiapkan panitia pelaksana (panpel) Solo untuk menggelar laga semifinal dan final Divisi Utama Liga Indonesia, akhir bulan ini. Seratus personel itu akan diperbantukan untuk memback-up panitia inti yang didatangkan langsung oleh PT Liga Indonesia.

Ketua panpel menyebutkan, seratus personel dari panitia lokal akan disebar di sejumlah bagian. Misalnya bagian tiket, portir, bidang umum, teknis, dan keamanan. Dengan jumlah itu, kata dia, diharapkan bisa membantu kepanitiaan inti.
Terkait dengan keamanan, Paulus (ketua panpel) memperkirakan sedikitnya dibutuhkan 400-500 personel keamanan. Selain dari panpel lokal, pihak keamanan juga akan diisi oleh aparat gabungan TNI/Polri.
Hanya untuk kedua laga tersebut, pihak kepolisian meminta agar petugas keamanan yang berada di sekeliling lapangan dengan berdiri menghadap ke penonton (match stewards) berasal dari mereka, bukan dari panpel.
Di sisi lain, Ketua Umum Persis FX Hadi “Rudy” Rudyatmo berharap kepolisian tidak melakukan pembatalan pertandingan dengan alasan faktor keamanan. Pasalnya, dari beberapa pertandingan yang digelar di Kota Bengawan, kekhawatiran adanya gangguan keamanan saat digelarnya pertandingan tidak terbukti.
“Warga Solo sudah bisa menjadi contoh sebagai suporter yang baik. Kekhawatiran memang perlu dimunculkan tapi jangan berlebihan dengan langsung melarang pertandingan digelar. Lagipula surat keputusan penunjukan sudah dikeluarkan PSSI ke kami,” papar pria yang juga menjabat sebagai wakil wali kota Surakarta ini.
Stadion Manahan dipilih untuk menggelar laga semifinal dan final Divisi Utama Liga Indonesia musim 2009-2010. Selain Manahan, Stadion Sriwedari ditetapkan sebagai stadion pendamping. Laga empat besar rencananya digelar pada 27 Mei, sedangkan dua hari kemudian digelar babak final.














“Bermain bola itu seperti perang dan saya hanya menjadi prajurit yang menunggu perintah dari komandan perangnya. Jika ingin memenangi peperangan, maka menangkanlah dulu medan pertempuran. Dan dalam pertempuran itu dibutuhkan pengorbanan. Itu prinsip sepak bola saya.”
Rusdiansyah, Pemain Belakang Persis Solo.




sak komplek manahan merah kabeh
Iyo cel. . .
Msti pas final. . .
Ngan ngnekne nobar neng njobo. . .
PASOEPATI pdo nton ga maz¿
Nek nton enek tribun bagian mana¿
seandainya itu terjadi… tak bisa kubayangkan apa jadine manahan….jadi tim kunci wae hampir stadion isine penuh….
Alangkah bhagianya jka tgl 29 mei it, ,yg main dimanahan adl PERSIS.
Pasti PASOEPATI akan teriak.
Kamilah seporter yg baik & kamilah juara LDU msim ini.
Tp syang. .It cman khylanq sja.
dilema kenapa pak admin???
yihaaaaaaaay……. mengenang pas solo jadi final divisi utama musim 2005/2006 hehehehehehe pertama kali ngumung…. ” mas, pasoepati ki klub punane solo tow??? “jawabe “bukan dek , pasoepati kiy jenenge supportere, klube jenenge persis solo musim iki wes ning divisi utama ,sok nek maen tak jak nonton … ” ” gayeng ya mas…kok rame banget ko nek rusuh pie???” kataku waktu itu xixixiiixixixxixixi
nonton pinal e wae,,tikete berapa??da info..
lanjutkan….
Tetep nt0n fnal.
manajemen’e cen ja***k..
Nihil masssss..
bAng admin..
wizt enek kpstian gaji’e pmain dbyr rung?.
DILEMA..
m0co cek.