BLI Pastikan Persis Turun Kasta
Badan Liga Indonesia (BLI) memastikan tim Sepakbola kebanggaan Wong Solo terdegradasi dari Divisi Utama Liga Indonesia ke Divisi I. Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy mengatakan kalau pemberitahuan tentang nasib Persis telah dikirimkan kepada Persis sekitar seminggu yang lalu.
“Kita sudah mendapatkan hasil terakhir klasemen dari putaran kompetisi Divisi Utama. Dan dari situ kita mengirimkan surat yang intinya mengonfirmasikan bahwa Persis Solo berada di klasemen terbawah. Dan berdasarkan aturan awal, termasuk dalam daftar tim yang terdegradasi,” terang Tigor.

Direktur BLI, Joko Driyono secara tak langsung juga mengungkapkan hal yang sama. “Meskipun belum ada pengumuman, kan sudah bisa dilihat dari klasemen,” tuturnya.
Persis Solo terdegradasi bersama dengan dua tim lain yang berada di urutan terbawah klasemen divisi utama grup 1 dan grup 3 setelah hanya mampu berada di posisi kunci klasemen Grup II Divisi Utama Liga Indonesia musim ini.
Tiga Tim.
Di Grup I tim yang terdegradasi adalah Persires Rengat sedangkan di Grup 3 adalah Persiku kudus yang hanya mengumpulkan 19 poin.
“Sebenarnya, tim yang harusnya terdegradasi itu kan enam. Tetapi karena tiga tim sedah dinyatakan terdegradasi karena tidak mengikuti dan tidak melanjutkan kompetisi, maka sekarang hanya tinggal 3 tim saja yang terdegradasi. Dan Persis Solo termasuk di antaranya,” tutur Tigor.
Persis Solo hanya mampu mengumpulkan 12 poin tepat berada di bawah Persikota Tangerang yang berhasil mengumpulkan 19 poin. Dengan demikian, mulai musim mendatang Persis Solo telah turun kasta ke divisi I.
Tigor mengatakan bahwa saat ini Persis telah ditangani oleh Badan Liga Amatir (BLA). Dari grup 2, Persis Solo tidak terdegradasi seorang diri karena Persikad Depok telah mendahului turun ke Divisi I karena tidak sanggup melanjutkan kompetisi Divisi Utama.
Meski demikian, Joko Driyono berharap tidak ada kekecewaan yang muncul akibat degradasi ini. “Degradasi itu tidak masalah, yang penting tetap berkompetisi di Liga dan menjaga iklim sepakbola serta berjuang untuk bangkit,” tuturnya.(joglosemar)














“Bermain bola itu seperti perang dan saya hanya menjadi prajurit yang menunggu perintah dari komandan perangnya. Jika ingin memenangi peperangan, maka menangkanlah dulu medan pertempuran. Dan dalam pertempuran itu dibutuhkan pengorbanan. Itu prinsip sepak bola saya.”
Rusdiansyah, Pemain Belakang Persis Solo.




wealah ngono…yowis ndang siap2 gen juara div 1…ganti manajemen….
SAVE OUR PERSIS 1923…
PASOEPATI sak entek’e ambegan. .
PASOEPATI THE REAL SUPORTER. . . .
jo podo nelongso…
supporter seng gawene ngeyek persis tak cepaki asap suar ki….campur belerang
il grande SOLO will back dengan gagahnya
Sing penting merahku tkan luntur…salam edan tapi mapan
Gak ngoros.. Biar apa kata orang, tetep dukung Persis.. Terserah mau dibilang ‘Loyalitas Buta’ ato apalah.. yang penting bagi ku, tetep Persis Solo.. Tim luar mau ngandang di Solo ya monggo, asalken jgn Manahan, Becausa Manahan just for Persis Solo.. Dupak ting ting.. josss
pie kie…
|||
supporter adalah aset
jika masih setia tim akan bangkit……lihatlah NAPOLI dan AREMA yang bangkit setelah degradasi
suporter bodoh adalah jika tidak bangga terhadap loyalitas suporter
next year kita yang terbaik…..i believe
MAJULAH PERSIS SOLOKU . .
MeH div. Piro ae aq tetep dkg persis solo!
DKG PERSIS HARGA MATI.
kita buktikan pasoepati the loyal supporter,pasti akan banyak hinaan,sindiran dr bbrapa musuh bhkan mgkn kawan kita,tp kita tetaplah kita,pasoepati tetap pasoepati,mundur selangkah utk melompat lbih tinggi,thn depan kita pasti juara!
angel e koment