Jadi atau tidaknya dia meneken kontrak harus menunggu pertemuan manajemen dengan ketua umum (Ketum) Persis, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (29/8). Asisten manajer Persis, Isnugroho mengatakan untuk sementara ini Luis diminta menunggu hingga ada kepastian dari Ketum. Seperti diungkapkan Isnugroho kemarin, manajemen belum berani melakukan negosiasi dengan legiun asing asal Chile tersebut karena ketiadaan dana.
”Sampai sekarang belum ada perkembangan soal pemain asing. Setelah pulang ke Solo, mungkin Jumat atau Sabtu (30/8), saya akan menghadap Pak Rudy untuk membicarakan solusi masalah yang sedang dialami Persis,” kata Isnugroho yang sedang berada di Jakarta, ketika dihubungi Espos, Rabu (27/8).
Merosotnya prestasi persis solo musim ini tidak lepas dari masa persiapan yang hanya 10 hari, banyak nya pemain inti yang cidera dan masalah dana yang menghimpit. Pernyataan ketua umum persis, pak rudy, yang berdalih bahwa pemain bisa berlaku professional seperti saat piala eropa 2008 tidak terbukti.
Bahkan pelatih eduard tjong sudah pasang perisai bahwa jika persis solo kurang bersinar musim ini, lebih dikarenakan materi pemain yang seadanya dan persiapan yang terlalu singkat. Potensi local solo yang begitu bagus akhirnya menjadi seolah tidak terlihat.
Apa yang salah dengan kondisi persis solo musim ini? Semua pihak tentu saja menjadi berang dengan keadaan yang begitu menyedihkan. Mulai dari tingkah laku manajemen, panpel dan kelakuan pasoepati yang belum dewasa. Menarik untuk kita urai satu per satu masalah yang menghimpit klub kesayangan kita ini.
Persis solo akan melakukan uji coba dengan tim DPU Sragen selasa sore (26/8) di stadion sriwedari. langkah ini untuk mengevaluasi kemampuan legiun asing yang akan memperkuat Persis Solo musim ini. setelah memastikan merekrut mukwelle sebagai pemain Persis, maka masih ada dua pemain asing yang akan terus di seleksi untuk masuk menjadi pemain persis solo.
Lima legiun asing yang kini sedang dalam proses uji kelayakan untuk masuk ke skuad Persis belum tentu dipakai manajemen. Oleh karena itu, untuk mengamankan posisi, mereka harus menunjukkan performa terbaik agar dilirik dan direkrut manajemen. Seperti diketahui, lima legiun asing tersebut yaitu Luis Duran Requelme dan Ndo Jeans Paul pada posisi pertahanan. Serta Morris Do Hook, Marchia Malock, dan Eric Armand di lini serang.dilansir dari espos.
Hasil buruk yang diperoleh persis solo di empat laga awal ternyata membuat hati manajemen tergugah juga. Sore ini persis solo beruji coba dengan kesebelasan AT Farmasi solo di stadion sriwedari, yang rencananya akan mengikutkan satu pemain asing mantan pemain Persipare Pare-Pare, Ndo Jean Paul asal Kamerun sudah bergabung pada latihan Persis kemarin.
Ndo yang berposisi sebagai libero itu, diharapkan bisa membantu pertahanan Persis agar tidak mudah goyah. Sedangkan Moukwelle Ebwanga Sylvain yang sudah diketahui kualitasnya karena musim lalu merumput bersama Persis, hampir pasti masuk pasukan besutan Eduard ”Edu” Tjong. Plus dua pemain lainnya yang berposisi sebagai striker, tapi hingga kini mereka belum diketahui secara pasti identitasnya. Dilansir dai espos.
Konsistensi permainan yang ditunjukkan Persis Jr berhasil melibas juara bertahan Arema Jr 1-0 di putaran lanjutan Liga Remaja Piala Suratin 2008, Rabu (20/8) di Stadion Sriwedari, Solo. Optimisme tinggi pemain Persis Solo Jr untuk mematahkan perlawanan Arema Malang Jr terkabul. Robi Fajar cs mampu meladeni permainan Arema Jr dan meraih poin penuh di laga itu. Keberhasilan tersebut tidak didapat dengan mudah. Sebab Fahmi Dio dkk harus berjibaku menahan serangan bertubi-tubi dari klub asal Jawa Timur itu. ”Saya akui mereka bermain bagus terutama di babak kedua,” ujar pelatih Persis Jr, Yunus Muchtar seusai laga.
Kedua tim bermain terbuka saat babak pertama dan saling menyerang di daerah terlarang. Kapten Persis Jr, Robi Fajar berulangkali menyisir di bagian pinggir lapangan dan melakukan terobosan ke pertahanan Arema Jr. Tapi sayang tembakannya masih meleset. Baru di menit ke-34, Robi Fajar memecah kebuntuan Laskar Sambernyawa Jr dengan raihan satu gol. Gol tersebut bermula dari pelanggaran yang dilakukan pemain lawan dan wasit memberikan hadiah tendangan bebas bagi Persis Jr. Yunet yang menjadi eksekutor tidak langsung menendang bola ke arah gawang. Tapi dia mengumpan ke Robi Fajar terlebih dahulu. Dengan umpan pendek dari Yunet tersebut, Robi Fajar berhasil menjebloskan si kulit bundar ke gawang Arema Jr. dikutip dari solopos
Empat kali kekalahan beruntun benar-benar membuat hati semua pecinta Persis Solo kecewa. ekspektasi yang tinggi dan belum dewasanya sebagian besar pasoepati membuat keadaaan menjadi tambah kacau. sore kemaren (15/8) sesaat setelah bus Tim Persis Solo meninggalkan stadion, terjadi insiden pelemparan terhadap bus tim persis solo. kejadian ini memancing emosi sejumlah pemain persis solo terhadap oknum tersebut.
Tampilnya kembali wahyu wijiastanto dilini belakang membuat pertahanan persis solo lebih kuat, penampilan yang lebih mengundang decak kagum terutama datang dari junaedy dan lintang, pemain debutan dari persis madya. mereka bermain konstan selama 90 menit. hanya saja kelengahan di menit akhir membuat tim lawan berhasil mencetak gol lewat free kick dari sisi kanan pertahan persis solo.
Miris juga melihat tribun selatan yang biasanya penuh sesak oleh pasoepati dan nyanyian yang terus mengiringi sepanjang pertandingan namun saat melawan persebaya kemaren begitu lesu. apa yang terjadi? ternyata teman-teman pasoepati masih gondrong sentris alias hanya mau nyanyi jika gondrong yang jadi dirijen. sikap ini terbentuk karena pembentukan wacana yang salah dikalangan pasoepati. kita bernyanyyi untuk persis solo dan bukan untuk gondrong.
Sosok maryadi gondrong itu begitu dilebihkan dibandingkan dengan persis solo. Sebelumnya saya minta maaf buat temen yang nge fans dengan gondrong, loyalitas dirijen kita yang satu ini menurut saya masih patut untuk dipertanyakan. banyak isu miring yang berkembang tentang dirinya dikalangan arus bawah jika tidak dibayar maka dia tidak mau tampil jadi dirijen. tribun selatan sendiri juga telah terbentuk untuk jangan bernyanyi jika bukan gondrong yang di atas panggung.
Segenap kekalahan yang dialami Persis Solo memang membuat setiap hati pasoepati kecewa. Namun tidaklah bijak jika terus mencaci permainan anak asuh eduard tjong karena hasil yang diperoleh sudah maksimal. masa persiapan yang hanya sepuluh hari jelas bukan waktu yang ideal untuk mempersiapkan sebuah tim yang akan di adu dalam sebuah kompetisi.
Terlebih lagi sebagian bsar materi tim ini dihuni pemain madya dan pemain lokal solo. rasanya tidak masalah karena materi Persis menurut saya cukup mumpuni. dari penjaga gawang sampai penyerang, Persis solo mempunyai pemain yang cukup untuk bersaing. hanya menurut saya edu bukanlah tukang sihir yang mampu dengan singkat membuat tim ini menjadi lebih baik.
Setelah mengalami dua kekalahan beruntun, besok sore (13/08) laskar sambernyawa akan mempertaruhkan gengsinya sebagai tim elite divisi utama dengan menggulung persebaya surabaya. ambisi ini tampaknya tidak berlebihan mengingat laskar sambernyawa akan tampil di stadion manahan dengan dukungan puluhan ribu pasoepati.
Jadwal pertandingan persis solo yang terlalu mepet tampaknya menjadi masalah besar untuk recovery kondisi pemain, hal ini dikeluhkan oleh edu, menurutnya dengan rentang waktu hanya satu hari tentunya stamina para pemain akan sangat terganggu. namun demikian edu mengharapkan pasukanya untuk lebih termotivasi lagi mengingat ini laga kandang yang potensial untuk meraih angka pertama bagi persis solo.
Persis solo kembali menelan kekalahan, setelah sebelumnya dipermalukan PSIR rembang 2-1 kali ini giliran persiku kudus membuyarkan mimpi laskar sambernyawa untuk pulang membawa minimal satu angka ke solo. Absen nya empat pilar utama persiku ternyata tidak bisa dimanfaatkan oleh para pemain persis.
Bermain dibawah tekanan suporter tuan rumah, persis sudah diganjar kartu kuning di menit ke 7 setelah wahyu tanto melakukan pelanggaran terhadap penyerang tuan rumah. alhasil permainan dilini belakang menjadi sedikit longgar. menit ke 38 persiku unggul 1-0 setelah dadang suhendar berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang wahyu tri nugroho. kedudukan 1-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.
Sore ini Persis solo akan membuktikan kapasitasnya sebagai tim kebanggaan warga solo, melawan tuan rumah persiku kudus. Tampil dengan materi full team, pelatih persis solo, eduard tjong, berharap anak asuhnya dapat menampilkan permainan terbaiknya. setelah masa recovery 3 hari kondidi fisik para pemain sudah kembali fit untuk pertandingan nanti sore.
Persiku kudus sendiri bakal tampil minus empat pemain intinya, termasuk gelandang asal solo haryanto prasetyo. namun demikian edu berharap anak asuhnya tetap fokus dan sabar dalam meladeni serangan yang dilancarkan tuan rumah. selain itu faktor X terutama wasit yang memimpin pertandingan tersebut diharapkan untuk lebih fair dan bijak dalam mengambil keputusan di lapangan.